5 Cara Perusahaan Transportasi di Indonesia Kurangi Downtime dengan Fleet Management System

4 Sep 2020

Istilah downtime mengacu pada waktu di mana aktivitas layanan atau sistem tidak dapat beroperasi. Pada perusahaan transportasi di Indonesia, downtime biasa terjadi pada kendaraan akibat kerusakan, penurunan kinerja kendaraan, dan human error. Downtime kendaraan pada perusahaan transportasi ini menyebabkan aktivitas bisnis dan operasional tidak dapat berjalan maksimal. Karena itulah penting untuk perusahaan-perusahaan transportasi di Indonesia melakukan upaya-upaya mengurangi downtime kendaraan. Dengan demikian, layanan transportasi berjalan lancar dan kerugian bisnis dapat dihindari.

Salah satu strategi mengurangi downtime kendaraan untuk perusahaan transportasi di Indonesia adalah menerapkan fleet management system berbasis GPS tracking. Teknologi ini mendigitalkan pengelolaan pemeliharaan kendaraan, menjadikan upaya mengurangi downtime lebih praktis dan efisien. Berikut ini 5 hal yang dapat dilakukan perusahaan transportasi di Indonesia untuk mengurangi downtime melalui implementasi fleet management system.

1. Pasang GPS Tracker dan Pantau Penggunaan Kendaraan

Cara menggunakan kendaraan sehari-hari dapat berpengaruh pada intensitas downtime. Untuk memantau hal tersebut, Anda perlu memasang GPS tracker pada setiap kendaraan armada transportasi Anda. Aktivitas masing-masing kendaraan, seperti durasi operasional, durasi stop, jarak tempuh, pengereman keras, akselerasi kasar, dan manuver tajam dapat Anda pantau. Jam-jam tersibuk armada dan persentase pemanfaatan kendaraan juga dapat Anda ketahui secara instan. Dari data-data tersebut, Anda dapat mengetahui kendaraan yang perlu pemeliharaan lebih akibat dikemudikan dengan buruk, digunakan berlebihan, atau jarang dioperasikan.

2. Manfaatkan Laporan Otomatis Analisis Kendaraan

Berbagai informasi kendaraan yang dideteksi oleh GPS tracker disajikan dalam bentuk laporan otomatis yang dapat Anda unduh atau kirim segera ke alamat surel. Dengan adanya laporan otomatis yang mempersingkat proses pergerakan informasi, identifikasi performa kendaraan dan penanganan downtime pun dapat lebih cepat. Selain informasi mendetail, laporan otomatis juga menyajikan analisis sehingga memudahkan Anda melakukan tindak lanjut untuk mencegah downtime secara cepat dan tepat. Beberapa laporan otomatis yang dapat Anda manfaatkan terkait minimalisasi downtime, yaitu Laporan Jam Operasional Kendaraan, Laporan Manajemen Risiko, dan Laporan Keselamatan Berkendara.

3. Automasi Penjadwalan Perawatan Berkala

Perawatan berkala penting untuk meminimalkan downtime kendaraan. Namun, perencanaan perawatan berkala untuk armada tidaklah mudah, terlebih jika dilakukan secara manual, karena masing-masing kendaraan bisa jadi memiliki kebutuhan yang berbeda. Dengan adanya fitur automasi penjadwalan pada fleet management software yang terintegrasi dengan GPS tracker, setiap kendaraan dapat memiliki jadwal khusus untuk perawatan berkala berdasarkan tanggal, kilometer, dan durasi operasionalnya. Notifikasi dapat diatur beberapa waktu atau kilometer sebelumnya, memberikan Anda waktu mengatur operasi armada agar tidak terganggu jadwal perawatan kendaraan.

4. Digitalisasi Laporan Inspeksi Kendaraan oleh Pengemudi (DVIR)

Kendaraan yang tidak lagi baru dan sering digunakan mungkin akan mengalami masalah tak terduga atau penggantian onderdil lebih cepat dari yang direncanakan. Karena pengemudi adalah yang paling sering menggunakannya, Anda perlu menyediakan fitur digital, yakni Driver Vehicle Inspection Report (DVIR), agar pengemudi dapat melaporkan masalah kendaraan selama mereka bertugas, untuk kemudian ditindaklanjuti. Jika Anda menggunakan Cartrack, fitur ini ada pada aplikasi mobile Communicator. Melalui ponsel, pengemudi dapat melaporkan problem pada spion, kemudi, klakson, ban, oli, rem tangan, lampu depan, tangki bahan bakar, dan lain-lain. Laporan disertai dengan informasi waktu pelaporan (terisi otomatis), odometer, dan bukti foto yang dapat diambil dari galeri atau kamera ponsel. Pengemudi kemudian dapat mengecek progres penanganan laporan tersebut secara transparan.

5. Pantau Progres Pemeliharaan dan Servis Kendaraan

Administrasi yang baik memastikan tidak ada laporan masalah kendaraan dan jadwal servis yang terlewatkan, sehingga operasional kendaraan dapat berjalan mulus tanpa terganggu downtime. Fleet management system memungkinkan adanya sentralisasi data seluruh kendaraan armada, sehingga Anda dapat mengawasi progres penyelesaian laporan masalah kendaraan dan servis armada secara komprehensif. Pada Cartrack, tampilan fleet web memudahkan Anda mendapatkan informasi yang Anda butuhkan dan mengetahui prioritas selanjutnya yang harus dikerjakan.

 

Hindari kerugian bisnis akibat tingginya downtime dalam operasi armada kendaraan perusahaan transportasi Anda dengan menggunakan fleet management system berbasis GPS tracking dari Cartrack. Rasakan manfaat dari digitalisasi sistem pengelolaan pemeliharaan kendaraan Cartrack―kontak sekarang dan dapatkan LIVE DEMO GRATIS!

Secondary Navigation: 

Timur Tengah

Amerika